Selasa, 13 Mei 2014

Tinjauan Pustaka: Gagal Ginjal Kronik dan Penyakit Kardiovaskular

PENDAHULUAN

Ada berbagai alasan mengapa seseorang dengan penyakit ginjal datang berobat atau dikonsulkan. Pasien tersebut mungkin mengeluh nyeri pinggang, baik yang baru saja terjadi atau sudah lama, mungkin juga oleh karena edema di tungkai, seluruh tubuh atau mengalami gangguan urin atau berkemih atau kelainan lain yang berkaitan langsung atau tak langsung dengan saluran kemih. Dapat juga pasien tidak mengalami keluhan, akan tetapi pemeriksaan laboratorium darah atau urin terdapat kelainan, seperti peningkatan kadar ureum dan kreatinin, atau kelainan pada urin. Kemungkinan lain dapat terjadi apabila pasien mempunyai penyakit sistemik yang melibatkan ginjal seperti lupus eritematosus sistemik (LES), diabetes mellitus (DM), dan lain-lain atau oleh karena mempunyai riwayat penyakit ginjal keturunan dalam keluarga (ginjal polikistik, sindrom Alport, dan lain-lain). (1)
Pengelolaan penyakit ginjal yang efektif hanya dapat dimungkinkan bila diagnosisnya benar. Oleh karena pada kebanyakan penyakit ginjal tidak banyak keluhan atau kelainan yang spesifik, tidak semua penyakit ginjal dapat ditegakan diagnosisnya, sehingga seringkali diperlukan anamnesis dan pemeriksaan yang mendalam. Seperti juga penyakit yang lain, pemeriksaan fisis yang teliti dan pemilihan maupun interpretasi pemeriksaan laboratorium yang tepat amat membantu penegakan diagnosis dan pengelolaannya. Selain itu ginjal mempunyai kaitan yang erat dengan fungsi organ-organ lain dan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, walaupun yang dihadapi adalah pasien penyakit ginjal, haruslah kita menghadapi pasien secara utuh, bukan hanya ginjalnya saja, baik pada pengambilan anamnesis maupun pada pemeriksaan jasmani dan pemeriksaan lainnya. (1)
Jumlah penderita penyakit ginjal meningkat terus. Berdasarkan data di Amerika Serikat, terdapat 1200 penderita per satu juta penduduk. Di Australia, 500 penderita per satu juta penduduk. Di Indonesia sendiri belum ada data yang pasti tentang jumlah pasien penyakit ginjal. (2,3)
Gagal ginjal kronik terjadi setelah berbagai macam penyakit yang merusak nefron ginjal. Sebagian besar penyakit ini merupakan penyakit parenkim ginjal difus dan bilateral, meskipun lesi obstruktif pada saluran kemih juga dapat menyebabkan gagal ginjal kronik. Pada awalnya, beberapa penyakit ginjal terutama menyerang glomerulus (glomerulonefritis), sedangkan jenis yang lain terutama menyerang tubulus ginjal (pielonefritis atu penyakit polikistik ginjal) atau dapat juga mengganggu perfusi darah pada parenkim ginjal (nefrosklerosis). Tetapi bila proses penyakit tidak dihambat, maka pada semua kasus seluruh nefron akhirnya hancur dan diganti dengan jaringan parut.(4,5)
Meskipun penyebabnya banyak, gambaran klinis gagal ginjal kronik sangat mirip satu dengan yang lain oleh karena gagal ginjal progresif dapat didefinisikan secara sederhana sebagai defisiensi jumlah total nefron yang berfungsi dan kombinasi gangguan yang pasti tidak dapat dielakkan lagi, dan ketidakmampuan ginjal secara gradual dan progresif untuk mengekresikan sisa metabolisme, urin konsentrat dan elektrolit. (4,6)
Pasien dengan gagal ginjal kronis kemungkinan besar akan mengalami komplikasi terhadap sistem kardiovaskular. Sehingga hal inilah yang menarik penulis untuk membahas kaitan anatara gagal ginjal kronis dengan penyakit kardiovaskular.

Semoga bermanfaat.
Jika butuh fulltextnya comment aja. InsyaAllah saya kirim via email/gdrive.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar