PENDAHULUAN
Varises adalah penyakit yang dikenal sejak manusia hidup dalam posisi berdiri. Pernah diutarakan bahwa terdapat varises pada salah satu Mumi-Mesir dari tahun 1580 sebelum Masehi. Diperkirakan bahwa sekitar 50% dari penduduk dewasa orang Eropa menderita penyakit ini. Angka ini mungkin Iebih rendah pada penduduk Asia; namun angka statistik yang pasti khususnya untuk Indonesia belum Ada.1,2
Varises (varus = bengkok) adalah pelebaran pembuluh balik (vena) yang berkelok-kelok dan ditandai oleh katup didalamnya yang tidak berfungsi lagi. Bila hanya melebar saja disebut venektasi. Terdapat 3 jenis vena pada tungkai, yaitu vena tepi, vena dalam dan vena penghubung (perforantes). Vena tepi terletak di bawah kulit dan hanya dilindungi oleh jaringan longgar dan kulit, sedang vena dalam diliputi otot dan fascia serta berdampingan dengan arter-inya. Vena tepi yang utama adalah vena safena magna (VSM) dan vena safena parva (VSP). Kedua vena ini berhubungan di beberapa tempat melalui vena-vena kecil. lstilah safena berasal dari bahasa Yunani safes, artinya mudah terlihat atau jelas, sesuai dengan keadaannya di tubuh. VSM merupakan vena terpanjang di tubuh, mulai dari kaki sampai ke fossa ovalis dan mengalirkan darah dari bagian medial kaki serta kulit sisi medial tungkai. Vena ini merupa-kan vena yang paling sering menderita varises.3
Dari dulu sampai sekarang para ahli tiada henti-hentinya mencoba menangani varises dan komplikasinya. Perdarahan spontan jarang terjadi, biasanya ada trauma ringan, dan ini akan menyebabkan pasien segera datang berobat. Kemajuan yang besar telah dicapai mengenai terapi, dan pengetahuan yang mendasar dihimpun mengenai anatomi, etiologi, patologi dan patofisiologi, namun masalah yang dihadapi masih jauh dari selesai. terapi operatif dan non-operatif telah dicoba; kira-kira 50 tahun yang lalu terapi sklerosik dianggap satu-satunya pengobatan, untuk kemudian ditinggalkan dan kembali kepada tindakan bedah yang dipercaya sebagai cara untuk membuang varises, tambah ekstensif tambah baik. Sementara itu beberapa ahli mulai sangsi terhadap hasil operasi yang ekstensif yang kadang juga merusak sistem vena dalam. Karena itu mereka ini mulai lagi dengan terapi sklerotik dan bahan injeksi yang Iebih dapat diandalkan. Sampai sekarang para ahli yang menyokong kedua cara ini sama-sama yakin akan hasilnya masing-masing. Varises dan komplikasinya jarang sekali menyebabkan kematian, betapapun besar dan banyaknya keluhan yang diderita pasien. Karena itu kesalahan yang berakibat fatal harus dicegah, terapi manapun yang diterapkan.1,2
Semoga bermanfaat.
Jika butuh fulltextnya comment aja. InsyaAllah saya kirim via email/gdrive.